Kuliah Tamu Penulisan, Presensi, dan Publikasi Akademik (P3A)

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Kristen Indonesia mengadakan Kuliah Tamu Mata Kuliah Penulisan, Presentasi, dan Publikasi Akademik (P3A) bersama Kanya Damarçanti selaku Direktur Penelitian dan Program INADIS. Dalam kelas ini, Kanya bertindak sebagai pemberi materi dengan presentasinya yang berjudul "Memahami Pembangunan Berkelanjutan Melalui Penulisan Akademik".

Read More
Nostalgia Politik Filipina dan Kebangkitan Politik Sayap Kanan

Warna politik akhir-akhir ini diwarnai oleh (paling tidak) bangkitnya sayap kanan politik yang bernuansa nasionalis. Mulai dari munculnya Trump di AS dengan slogannya 'America First', menangnya Presiden Bolsonaro di Brazil, menguatnya Marinne Le Penn di Prancis (walaupun kalah pemilu 2 kali), hingga yang terbaru adalah kuatnya posisi kandidat Presiden Filipina, Bongbong Marcos, yang digadang-gadang akan memenangkan pemilu tahun ini.

Read More
Problematika Pergerakan Lintas Batas Negara | Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur

Samarinda (19/4) – Pada Rabu (13/4/2022) lalu, Prodi Hubungan Internasional –Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim) berhasil menyelenggarakan webinar bertajuk ‘Problematika Pergerakan Lintas Batas Negara”. Selain menghadirkan narasumber dari UNU Kaltim sendiri, dalam hal ini Yusnan Hadi Mochtar, webinar tersebut juga menghadirkan pembicara dari Jakarta seperti Darynaufal Mulyaman dari Universitas Kristen Indonesia, dan Kanya Damarcanti dari Indonesian Institute of Advanced International Studies (INADIS). Acara dilaksanakan melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh 42 peserta.

Read More
Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 15 Maret sebagai Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia dalam Sidang Umum PBB. Penetapan ini bertepatan dengan peringatan tiga tahun tragedi penembakan di dua masjid di Christchurch, New Zealand, yang menewaskan 51 orang dan melukai 40 lainnya. Yang cukup mengejutkan adalah kurangnya partisipasi Indonesia sebagai inisiator hari anti-Islamofobia.

Read More